MATERI SENI TARI TENTANG KONSEP KREASI TARI.
Konsep Kreasi Tari
1. Pengertian Tari Kreasi
Tari kreasi adalah bentuk tarian hasil ciptaan baru, baik dari pengembangan tari tradisional maupun karya asli yang lahir dari kreativitas penata tari (koreografer).
Tari ini biasanya diciptakan untuk menyesuaikan perkembangan zaman, kebutuhan pertunjukan, pendidikan, maupun hiburan.
Ciri utamanya: ada kebaruan, tetapi tetap berpijak pada nilai budaya dan estetika.
2. Fungsi Tari Kreasi
● Sarana Ekspresi → untuk mengekspresikan perasaan, ide, atau pesan tertentu.
● Sarana Hiburan → dipentaskan di acara perayaan, festival, atau pertunjukan.
● Sarana Pendidikan → melatih kreativitas, kekompakan, disiplin, dan rasa percaya diri.
● Pelestarian Budaya → meskipun baru, tetap menghidupkan unsur tradisi dan budaya bangsa.
3. Jenis Tari Kreasi
● Tari Kreasi Tunggal
Dibawakan oleh satu orang penari.
Contoh: Tari Gambyong kreasi, Tari Jaipong kreasi.
● Tari Kreasi Berpasangan
Dibawakan oleh dua orang penari, bisa sejenis atau berbeda.
Contoh: Tari Serampang Dua Belas (Sumatera Utara).
● Tari Kreasi Berkelompok
Dibawakan oleh lebih dari dua orang penari dengan formasi dan pola lantai.
Contoh: Tari Saman kreasi (Aceh), Tari Kecak kreasi (Bali).
4. Unsur-Unsur Tari Kreasi
● Gerak Tari
Gerak dasar tradisi yang dikembangkan atau diciptakan baru.
Terdiri dari gerak murni (untuk keindahan) dan gerak maknawi (mengandung arti).
● Iringan Tari
Musik tradisional, modern, atau perpaduan.
Berfungsi memberi ritme, suasana, dan mempertegas gerakan.
● Rias dan Busana
Mendukung karakter, tema, dan estetika tarian.
Kostum bisa tradisional, modern, atau kombinasi.
● Properti Tari
Benda yang digunakan penari (kipas, payung, selendang, dll.) untuk memperkaya gerakan.
● Panggung dan Tata Cahaya
Membuat pertunjukan lebih hidup dan menarik.
5. Prinsip Kreasi Tari
● Kebaruan → karya harus menampilkan ide atau gerak baru.
● Keselarasan → semua unsur (gerak, musik, kostum, properti) harus serasi.
● Keindahan (Estetika) → tarian harus enak dilihat, indah, dan teratur.
● Nilai Budaya → tidak meninggalkan akar budaya bangsa dan tetap menjaga norma.
6. Langkah-Langkah Membuat Tari Kreasi.
● Menentukan tema/ide → misalnya persahabatan, perjuangan, cinta alam, dll.
● Mencari inspirasi gerak → dari tari tradisional, gerakan sehari-hari, atau improvisasi.
● Menyusun rangkaian gerak → dari awal (pembuka), isi, hingga penutup.
● Memilih musik iringan → sesuai tema (musik gamelan, modern, atau gabungan).
● Menentukan kostum, rias, dan properti → disesuaikan dengan isi tarian.
● Latihan dan evaluasi → agar gerak, irama, dan ekspresi lebih padu.
● Pementasan → menampilkan karya di depan penonton.
7. Contoh Tari Kreasi di Indonesia
— Tari Jaipong (Jawa Barat) → kreasi dari tari ketuk tilu.
— Tari Yapong (Jakarta) → gabungan unsur Betawi, modern, dan Tionghoa.
— Tari Merak (Jawa Barat) → terinspirasi dari gerak burung merak.
— Tari Saman Kreasi (Aceh) → pengembangan tari saman tradisional.
— Tari Kecak Kreasi (Bali) → kreasi dari tari kecak tradisional dengan pengembangan formasi.
Komentar
Posting Komentar